Herbalis’s Weblog

KEARAH MEREALISASIKAN PERUBATAN JAWI

HPA Januari 13, 2008

herbalis @ 4:36 am

 

ABDULLAH Ahmad Badawi menyampaikan anugerah Perdana Menteri kepada Ismail Ahmad selepas merasmikan MAHA 2008 di Pusat Taman Expo Pertanian, semalam.
Utusan Malaysia
ARKIB : 13/08/2008

Kopi ‘Radix’ menang anugerah PM

 

SERDANG 12 Ogos – Tiada siapa menyangka industri pertanian berasaskan herba mampu memberikan pulangan yang cukup lumayan.

Namun, syarikat HPA Industries Sdn. Bhd. berjaya membuktikan herba mampu menjana keuntungan apabila pada tahun 2007 nilai jualan produk keluaran syarikat itu mencecah RM63 juta.

Antara produk popular syarikat itu ialah Kopi Radix yang terkenal dengan ungkapan iklan ‘Mai Secawan’.

Berikutan pencapaian tersebut, HPA telah dipilih untuk menerima Anugerah Perdana Menteri yang pertama kali diperkenalkan sempena sambutan Hari Peladang, Penternak dan Nelayan Kebangsaan (HPPNK). Dengan kemenangan itu, HPA Industries membawa pulang hadiah wang wang tunai RM50,000, piala dan sijil.

Anugerah tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi kepada Pengarah Urusan HPA, Ismail Ahmad pada majlis perasmian Pameran Pertanian, Hortikultur dan Agro Pelancongan (MAHA) 2008 di sini hari ini.

Terdahulu, syarikat tersebut turut menerima Anugerah Pemasar Tani Jaya Peringkat Kebangsaan 2008. Bagi anugerah ini, HPA mendapat hadiah RM30,000, piala dan sijil.

HPA memiliki empat buah kilang yang serba moden dan mengusahakan ladang-ladang herba seluas 500 ekar. Ia mempunyai kira-kira 400,000 ahli serta 21,000 usahawan di seluruh negara. HPA Industries juga mempunyai lima wakil di luar negara melalui aktiviti jualan langsung pelbagai peringkat (MLM).

 

 

 sebuah cerita yang tiada kena mengena dengan HPA tapi bagus jadikan pengajaran..

MAMPUKAH KITA MENJADI LELAKI SPT ITU  ?

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak ….disinilah awal cobaan menerpa,
setelah istrinya melahirkan anak ke empat …..
tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan & itu terjadi selama 2 tahun.

Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang
lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur.      
Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum,
untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya ,
sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.
sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian ,
dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang ( tidak bisa menanggapi ) , pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun,
Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka,
sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya.
( karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 ) .

Dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat,
yang dia inginkan hanya satu :  semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata :

” Pak kami ingin sekali merawat ibu …….

Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu & tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” .

dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya …..

” Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi,
kami rasa ibupun akan mengijinkannya,

kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini …
kami sudah tidak tega melihat bapak . . .
kami janji kami akan merawat ibu bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka.

” Anak2ku….. jikalau  hidup didunia ini hanya untuk nafsu….
Mungkin bapak akan menikah….

tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku…. itu sudah lebih dari cukup,
dia telah melahirkan kalian”……

sejenak kerongkongannya tercekat . . . . . . .
kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta
yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini ?

Kalian menginginkan bapak bahagia ….
Apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang ?

Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain …….
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit ?

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno . . . .
merekapun  melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno . . . .

Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu . . .
Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber acara islami Selepas shubuh dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno . . ..

Kenapa bapak mampu bertahan  selama 25 tahun merawat Istri yg sudah tidak bisa apa2.. ?

Disaat itulah meledak tangis beliau  . . .
Dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru  . .

Disitulah pak suyatno bercerita  . . . .

Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta
tapi dia tidak mencintai karena Allah
maka semuanya akan luntur . . . .

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya ….
Sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya . . .
Mencintai saya dengan hati dan bathinnya
bukan dengan mata . . .  
dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2 . .

Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah . . .
Dan itu merupakan ujian bagi saya .

Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya . . .  apalagi dia sakit . . .
Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya curhat kepada Allah diatas sajadah . . .

Dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya
untuk mendengar rahsia saya . . . .
 

 
 
 

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.